Kelemahan Sistem Operasi Android

Meskipun saat ini Android sudah menjadi platform yang sangat populer pada smartphone, namun tak sedikit pengguna yang merasa tidak puas terhadap kinerja dari sistem operasi dengan logo robot berkepala hijau ini. Banyak pengguna yang mengeluhkan beberapa hal-hal sederhana yang kemudian membuatnya beralih untuk menggunakan perangkat berbasis lainnya. Di bawah ini beberapa kelemahan dari sistem operasi Android yang sering menjadi keluhan dari para penggunanya.

Sistem Operasi Android terbaru
Sistem Operasi Android terbaru

Kelemahan Sistem Operasi Android

- Terkesan rumit

Bagi mereka yang pertama kalinya menggunakan perangkat Android, maka mereka akan diwajibkan untuk mempelajari banyak hal baru. Pasalnya, Android merupakan sistem operasi yang hadir dengan berbagai fitur seperti widgets, apps, dan masih banyak pengaturan lainnya yang bisa membuat pengguna baru menjadi kebingungan. Sebenarnya, ada begitu banyak fitur yang terbilang keren di dalam sistem Android, hanya hanya dibutuhkan pengetahuan dan pengaturan yang relatif rumit.

- Konten hiburan Google Play

Meskipun saat ini Google terus berusaha untuk mengisi Google Play dengan berbagai konten hiburan seperti film dan acara TV, namun hal ini masih tergolong kurang bagi sebagian orang. Terlebih untuk mereka yang sudah terbiasa untuk mengakses hiburan yang ada pada iTunes. Dalam hal musik, Google Play juga dianggap tidak selengkap iTunes yang sudah merangkul hampir seluruh label rekaman ternama di dunia.

- Kurangnya aksesoris 

Dari segi penampilan, kurangnya aksesoris dianggap sebagai salah satu hal yang menjadi kelemahan sistem operasi Android. Meskipun hal ini bersifat eksternal, namun banyak pengguna yang sangat memperhatikan masalah seperti ini, selain dengan masalah performa tentunya. Hingga saat ini, Google tampaknya tidak tertarik untuk menarik antusiasme dari para pembuat aksesoris untuk mendesain berbagai penunjang tampilan Android.

- Grafis dan animasi 

Secara teknis, hardware acceleration merupakan sebuah proses dimana perangkat bisa melakukan pergantian antara grafis (GPU) dan CPU tanpa harus menggunakan memori dari perangkat tersebut dalam jumlah besar. Meskipun hal ini sudah ada di dalam perangkat Android, namun masih tergolong terbatas pada beberapa fitur saja. Dikarenakan berbasis terbuka, masih banyak produsen perangkat berbasis Android yang tidak menggunakan hardware acceleration secara maksimal. Meskipun ada beberapa produsen yang terus meningkatkan performanya, namun mereka membanderolnya dengan harga yang lumayan tinggi.

- Ancaman malware

Sifat open source dari sistem Android sudah jelas menjadi nilai tambah jika dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Hal ini memungkinkan pengguna Android untuk memasang berbagai aplikasi baik resmi ataupun tidak. Namun hal ini justru menimbulkan celah dimana aplikasi bajakan, palsu, atau yang tidak berasal dari Google Play rentan utnuk disisipi malware.

- Kualitas Aplikasi

Kemampuan dari pihak Apple untuk melakukan pendekatan terhadap developer besar membuat banyaknya aplikasi berkualitas di iTunes. Hal ini kemudian membuat developer cenderung untuk merilis aplikasinya ke iTunes lebih awal, setelah itu baru melakukan porting ke Google Play. Kondisi ini membuat banyak orang menganggap bahwa aplikasi yang ada di iTunes memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan Google Play.

- Fragmentasi

Perangkat Android tersedia dengan begitu bajak varian, mulai dari yang canggih hingga produk murah buatan negeri Cina. Hal seperti inilah yang dinamakan dengan fragmentasi. Kondisi ini kemudian membuat kualitas dan kemampuan dari perangkat Android menjadi berbeda-beda sehingga sering dianggap sebagai salah satu kelemahan sistem operasi Android. Selain itu, developer juga dipaksa untuk bisa menghasilkan aplikasi yang bisa beradapsi dengan berbagai bentuk dan ukuran layar dari perangkat Android yang beredar di pasaran.

 - Updates tidak otomatis

Meskipun Google terbilang sangat rutin untuk melakukan update atau pembaharuan terhadap sistem Android, namun banyak juga pengguna Android yang sering ketinggalan untuk melakukan update. Hal ini dikarenakan banyaknya produsen smartphone yang memodifikasi sistem Android, sehingga dibutuhkan waktu tambahan dalam menawarkan update terbaru. Cara terbaik agar bisa selalu mendapatkan update adalah dengan menggunakan perangkat Nexus yang memang asli buatan dari Google.

***

Dibalik kepopulerannya, masih terdapat beberapa kelemahan sistem operasi Android yang dianggap menganggu para penggunanya. Namun keputusan selalu ada pada pengguna, apakah akan menggunakan perangkat berbasis Android atau pindah ke yang lainnya.


0 Response to "Kelemahan Sistem Operasi Android"

Post a Comment